Thursday, 15 September 2016

Cara Membuat Terasi Secara Tradisional

Cara Membuat Terasi Secara Tradisional

Bahan baku: rebon atau ikan-ikan kecil.
Proses pembuatan terasi:
1.    Pembersihan dan pencucian
    Bahan baku seperti rebon atau ikan dibersihkan dari kotoran yang terdapat pada rebon atau ikan. Kepala ikan sebaiknya dibuang. Setelah dicuci bersih bahan baku tiriskan sampai kering. Sebaiknya bahan baku pembuatan terasi tidak dicampur atau satu jenis saja.
2.    Pengukusan
    Bahan baku yang sudah bersih dikukus sekitar 15 menit. Angkat dan tiriskan.
3.    Penjemuran I
    Bahan baku yang sudah dikukus, ditempatkan pada perangkat penjemuran yang dialasi plastik untuk memudahkan pengangkatan. Bahan baku dijemur setengah kering. Jangan terlalu kering agar mudah ditumbuk.
4.    Penumbukan I
    Setelah bahan baku di jemur setengah kering tambahkan garam sekitar 20 persen dari berat bahan baku, aduk agar garam merata kemudian ditumbuk.

5.    Pemeraman atau fermentasi I
    Bahan baku setelah ditumbuk bungkus dengan kain saring atau daun pisang yang diiris-iris, kemudian disimpan dalam wadah tertutup dan diamkan selama 24 jam. Hal itu dinamakan proses fermentasi atau pemeraman yakni proses perubahan kimia yang disebabkan oleh aktivitas mikroba tertentu. Fungsi pembungkusan bahan baku dengan kain saring atau daun pisang untuk melancarkan sirkulasi udara dengan baik. Dengan demikian mikroba fermentasi dapat hidup dan beraktivitas dengan baik.

6.    Penjemuran II
    Setelah proses fermentasi selama 24 jam, bahanbaku dijemur hingga kering.
7.    Penumbukan II
    Setelah bahan baku yang disebut brabon ditumbuk kembali hingga halus.
8.    Pemeraman atau fermentasi II
    Brabon setelah ditumbuk halus dibungkus kembali untuk melakukan proses fermentasi kedua selama 24 jam.
9.    Penjemuran III
    Setelah bahan baku melalui pemeraman kedua, kembali dijemur hingga benar-benar kering.
10.    Penumbukan III
    Brabon yang kering di tumbuk dan sesekali dibanting-banting untuk memadatkan adonan brabon menjadi setengah terasi.
11.    Pemeraman III
    Adonan yang sudah setengah terasi dibungkus kembali untuk fermentasi terakhir selama 4 hingga 7 hari, hingga mengeluarkan aroma khas terasi.
12.    Dicetak/dipotong-potong dan pengemasan
    Terasi yang sudah jadi dipotong-potong menurut selera untuk dikemas atau dibungkus dan siap dipasarkan.

No comments:

Post a Comment