Cara Membuat Terasi Secara Modern
Bahan baku: rebon atau ikan-ikan kecil
Proses pembuatan terasi:
1. Pembersihan dan pencucian
Bahan baku seperti udang-udang kecil, rebon, atau ikan-ikan kecil dicuci hingga bersih. Kepala ikan sebaiknya dibuang untuk memudahkna proses penumbukan untuk mendapatkan tekstur terasi yang halus. Setelah dicuci bersih, bahan baku ditiriskan.
2. Penggilingan
Bahan baku yang sudah dicuci bersih dan kering digiling atau ditumbuk dan tambahkan garam sekitar 20 persen dari berat bahan baku. Dalam proses penggilingan, cairan yang keluar jangan dibuang karena cairan tersebut merupakan hancuran dari bahan baku.
3. Pemanasan
Setelah bahan baku hancur atau halus diberi sedikit air untuk proses pemanasan atau digodok hingga adonan seperti bubur. Penggodokan jangan terlalu lama sekitar 10 menit dan usahakan diaduk-aduk agar permukaan wajan tidak gosong.
4. Penjemuran I
Bubur adonan dijemur hingga setengah kering.
5. Pemeraman/fermentasi I
Adonan setengah kering dibungkus dengan kain saring atau daun pisang yang diiris-iris, kemudian adonan disimpan dalam wadah tertutup selama 7 hari. Proses ini dinamakan proses pemeraman atau fermentasi.
6. Penumbukan I
Setelah proses pemeraman selesai, adonan setengah jadi atau disebut brabon ditumbuk agar halus dan padat.
7. Penjemuran II
Brabon dijemur selama satu hari penuh hingga mendekati kering atau ¾ kering.
8. Penumbukan II
Setelah penjemuran II selesai adonan ditumbuk kembali dan dibanting-banting agar adonan menjadi padat.
9. Penjemuran III
Proses penumbukan selesai, adonan atau brabon dijemur kembali.
10. Penumbukan II
Setelah brabon hampir kering (3/4 kering), tambahkan garam sebanyak 5 persen dari berat brabon atau bahan baku. Aduk hingga rata dan kembali lakukan penumbukan dan dibanting-banting. Untuk menambah daya tarik terasi dapat ditambahkan pewarna secukupnya.
11. Pemeraman II
Adaonan atau brobon yang sudah diberi warna (setengah jadi terasi), kemudian disimpan dalam wadah plastik (seperti ember) atau kayu yang sebelimnya dilapisi plastik atau daun. Tutup wadah berisi adonan dengan kain saring atau daun yang diiris-iris. Pemeraman atau fermentasi terakhir ini berlangsung 7 hingga 10 hari sampai mengeluarkan aroma khas terasi yang tajam.
12. Pemotongan dan pengemasan
Terasi yang sudah jadi dipotong-potong lalu dikemas seperti dibungkus plastik atau daun pisang kering. Selesai pengemasan terasi siap dipasarkan.
Terasi yang biasa kita temukan atau dapatkan dipasar tradisional atau pasar swalayan, biasanya berbentuk lonjong, bulat, atau persegi dengan ketebalan tertentu dan padat. Dibungkus plastik atau daun pisang kering serta mengeluarkan aroma yang tajam khas terasi. Kini dapat kita dapati terasi berbentuk tepung atau terasi instan. Terasi bentuk tepung ini lebih praktis dan mudah pemakaiannya. Karena terasi tepung atau instan bisa langsung dipakai tanpa harus dibakar terlebih dahulu. Di samping itu, aroma terasi tepung tidak terlalu tajam tapi tidak mengurangi kelezatannya jika dicampurkan dalam olahan masakan atau panganan bercitarasa terasi.
Adapun cara pembuatan terasi tepung atau instan sangat mudah, yakni:
1. Terasi dapat diiris tipis dan simpan di atas loyang.
2. Loyang berisi irisan terasi di bakar atau masukkan kedalam oven atua pembakaran kue dengan suhu 400C-500C, hingga benar-benar kering. Masa pembakaran sekitar 10 menit atau sampai terasi benar-benar kering. Selain di bakar bisa juga kita jemur, namun untuk mendapatkan terasi yang benar-benar kering kita harus menjemur terasi berulang-ulang.
3. Terasi yang sudah kering ditumbuk lalu diayak untuk memperoleh tepung terasi yang halus. Terasi tepung dapat disimpan di toples atau botol.
No comments:
Post a Comment