Sayur Asem Jakarta
Untuk 4 porsi
Bahan yang diperlukan:
- Kacang panjang 100 gram
- Nangka muda 100 gram
- Pepaya muda 100 gram
- Jagung muda 1 buah
- Kacang tanah 50 gram
- Cabe hijau 5 buah
- Daun dan buah melinjo 100 gram
- Air kaldu daging/tulang
Bumbu:
- Bawang merah 2 siung
- Bawang putih 2 siung
- Garam secukupnya
- Cabe merah 2 buah dihaluskan
- Kemiri 1 sendok
- Terasi bakar 1/2 sendok teh
- Daun salam 2 helai
- Laos secukupnya dimemarkan
- Air asam jawa 2 sdm
Cara membuat:
1. Semua sayuran dipilih dibersihkan, dicuci, dan dipotong-potong menurut selera.
2. Haluskan semua bumbu, kecuali salam dan laos.
3. Rebus air/air kaldu secukupnya sampai mendidih masukkan bumbu yang sudah dihaluskan.
4. Masukkan jagung, buah melinjo, nangka muda, kacang tanah, rebus sampai ½ matang.
5. Masukkan sayuran yang lain dan rebus sampai matang.
6. Beri air asam jawa, angkat.
7. Hidangkan dengan nasi putih.
Thursday, 15 September 2016
Resep Sayur Lodeh
Resep Sayur Lodeh
Untuk 4 porsi
Bahan yang diperlukan:
- Kacang panjang 100 gram
- Labu siam 150 gram
- Terong panjang biru 1 buah
- Tempe 100 gram
- Cabe hijau 5 buah
- Daun dan buah melinjo 100 gram
- Santan cair 2 gelas
- Santan kental 1 gelas
Bumbu:
- Bawang merah 5 siung
- Bawang putih 2 siung
- Cabe merah 2 buah
- Terasi bakar ½ sdt dihaluskan
- Garam secukupnya
- Gula merah secukupnya
- Air asam jawa ½ sdt
- Daun salam 1 helai
- Laos 1 ruas jari
Cara membuat:
1. Bersihkan sayuran dan tempe yang sudah dipotong dadu.
2. Didihkan air secukupnya untuk merebus melinjo. Kemudian masukkan sayuran, rebus setengah matang. Air rebusan sayuran dibuang dan ganti dengan air santan cair.
3. Bumbu yang sudan dihaluskan ditumis hingga harum, kemudian masukkan ke dalam rebusan sayuran yang sudah diberi santan.
4. Tambahkan santan kental dan aduk-aduk jangan sampai santan pecah.
5. Masukkan air asam jawa.
6. Hidangkan dengan nasi putih
Untuk 4 porsi
Bahan yang diperlukan:
- Kacang panjang 100 gram
- Labu siam 150 gram
- Terong panjang biru 1 buah
- Tempe 100 gram
- Cabe hijau 5 buah
- Daun dan buah melinjo 100 gram
- Santan cair 2 gelas
- Santan kental 1 gelas
Bumbu:
- Bawang merah 5 siung
- Bawang putih 2 siung
- Cabe merah 2 buah
- Terasi bakar ½ sdt dihaluskan
- Garam secukupnya
- Gula merah secukupnya
- Air asam jawa ½ sdt
- Daun salam 1 helai
- Laos 1 ruas jari
Cara membuat:
1. Bersihkan sayuran dan tempe yang sudah dipotong dadu.
2. Didihkan air secukupnya untuk merebus melinjo. Kemudian masukkan sayuran, rebus setengah matang. Air rebusan sayuran dibuang dan ganti dengan air santan cair.
3. Bumbu yang sudan dihaluskan ditumis hingga harum, kemudian masukkan ke dalam rebusan sayuran yang sudah diberi santan.
4. Tambahkan santan kental dan aduk-aduk jangan sampai santan pecah.
5. Masukkan air asam jawa.
6. Hidangkan dengan nasi putih
Cara Membuat Terasi Secara Modern
Cara Membuat Terasi Secara Modern
Bahan baku: rebon atau ikan-ikan kecil
Proses pembuatan terasi:
1. Pembersihan dan pencucian
Bahan baku seperti udang-udang kecil, rebon, atau ikan-ikan kecil dicuci hingga bersih. Kepala ikan sebaiknya dibuang untuk memudahkna proses penumbukan untuk mendapatkan tekstur terasi yang halus. Setelah dicuci bersih, bahan baku ditiriskan.
2. Penggilingan
Bahan baku yang sudah dicuci bersih dan kering digiling atau ditumbuk dan tambahkan garam sekitar 20 persen dari berat bahan baku. Dalam proses penggilingan, cairan yang keluar jangan dibuang karena cairan tersebut merupakan hancuran dari bahan baku.
3. Pemanasan
Setelah bahan baku hancur atau halus diberi sedikit air untuk proses pemanasan atau digodok hingga adonan seperti bubur. Penggodokan jangan terlalu lama sekitar 10 menit dan usahakan diaduk-aduk agar permukaan wajan tidak gosong.
4. Penjemuran I
Bubur adonan dijemur hingga setengah kering.
5. Pemeraman/fermentasi I
Adonan setengah kering dibungkus dengan kain saring atau daun pisang yang diiris-iris, kemudian adonan disimpan dalam wadah tertutup selama 7 hari. Proses ini dinamakan proses pemeraman atau fermentasi.
6. Penumbukan I
Setelah proses pemeraman selesai, adonan setengah jadi atau disebut brabon ditumbuk agar halus dan padat.
7. Penjemuran II
Brabon dijemur selama satu hari penuh hingga mendekati kering atau ¾ kering.
8. Penumbukan II
Setelah penjemuran II selesai adonan ditumbuk kembali dan dibanting-banting agar adonan menjadi padat.
9. Penjemuran III
Proses penumbukan selesai, adonan atau brabon dijemur kembali.
10. Penumbukan II
Setelah brabon hampir kering (3/4 kering), tambahkan garam sebanyak 5 persen dari berat brabon atau bahan baku. Aduk hingga rata dan kembali lakukan penumbukan dan dibanting-banting. Untuk menambah daya tarik terasi dapat ditambahkan pewarna secukupnya.
11. Pemeraman II
Adaonan atau brobon yang sudah diberi warna (setengah jadi terasi), kemudian disimpan dalam wadah plastik (seperti ember) atau kayu yang sebelimnya dilapisi plastik atau daun. Tutup wadah berisi adonan dengan kain saring atau daun yang diiris-iris. Pemeraman atau fermentasi terakhir ini berlangsung 7 hingga 10 hari sampai mengeluarkan aroma khas terasi yang tajam.
12. Pemotongan dan pengemasan
Terasi yang sudah jadi dipotong-potong lalu dikemas seperti dibungkus plastik atau daun pisang kering. Selesai pengemasan terasi siap dipasarkan.
Terasi yang biasa kita temukan atau dapatkan dipasar tradisional atau pasar swalayan, biasanya berbentuk lonjong, bulat, atau persegi dengan ketebalan tertentu dan padat. Dibungkus plastik atau daun pisang kering serta mengeluarkan aroma yang tajam khas terasi. Kini dapat kita dapati terasi berbentuk tepung atau terasi instan. Terasi bentuk tepung ini lebih praktis dan mudah pemakaiannya. Karena terasi tepung atau instan bisa langsung dipakai tanpa harus dibakar terlebih dahulu. Di samping itu, aroma terasi tepung tidak terlalu tajam tapi tidak mengurangi kelezatannya jika dicampurkan dalam olahan masakan atau panganan bercitarasa terasi.
Adapun cara pembuatan terasi tepung atau instan sangat mudah, yakni:
1. Terasi dapat diiris tipis dan simpan di atas loyang.
2. Loyang berisi irisan terasi di bakar atau masukkan kedalam oven atua pembakaran kue dengan suhu 400C-500C, hingga benar-benar kering. Masa pembakaran sekitar 10 menit atau sampai terasi benar-benar kering. Selain di bakar bisa juga kita jemur, namun untuk mendapatkan terasi yang benar-benar kering kita harus menjemur terasi berulang-ulang.
3. Terasi yang sudah kering ditumbuk lalu diayak untuk memperoleh tepung terasi yang halus. Terasi tepung dapat disimpan di toples atau botol.
Bahan baku: rebon atau ikan-ikan kecil
Proses pembuatan terasi:
1. Pembersihan dan pencucian
Bahan baku seperti udang-udang kecil, rebon, atau ikan-ikan kecil dicuci hingga bersih. Kepala ikan sebaiknya dibuang untuk memudahkna proses penumbukan untuk mendapatkan tekstur terasi yang halus. Setelah dicuci bersih, bahan baku ditiriskan.
2. Penggilingan
Bahan baku yang sudah dicuci bersih dan kering digiling atau ditumbuk dan tambahkan garam sekitar 20 persen dari berat bahan baku. Dalam proses penggilingan, cairan yang keluar jangan dibuang karena cairan tersebut merupakan hancuran dari bahan baku.
3. Pemanasan
Setelah bahan baku hancur atau halus diberi sedikit air untuk proses pemanasan atau digodok hingga adonan seperti bubur. Penggodokan jangan terlalu lama sekitar 10 menit dan usahakan diaduk-aduk agar permukaan wajan tidak gosong.
4. Penjemuran I
Bubur adonan dijemur hingga setengah kering.
5. Pemeraman/fermentasi I
Adonan setengah kering dibungkus dengan kain saring atau daun pisang yang diiris-iris, kemudian adonan disimpan dalam wadah tertutup selama 7 hari. Proses ini dinamakan proses pemeraman atau fermentasi.
6. Penumbukan I
Setelah proses pemeraman selesai, adonan setengah jadi atau disebut brabon ditumbuk agar halus dan padat.
7. Penjemuran II
Brabon dijemur selama satu hari penuh hingga mendekati kering atau ¾ kering.
8. Penumbukan II
Setelah penjemuran II selesai adonan ditumbuk kembali dan dibanting-banting agar adonan menjadi padat.
9. Penjemuran III
Proses penumbukan selesai, adonan atau brabon dijemur kembali.
10. Penumbukan II
Setelah brabon hampir kering (3/4 kering), tambahkan garam sebanyak 5 persen dari berat brabon atau bahan baku. Aduk hingga rata dan kembali lakukan penumbukan dan dibanting-banting. Untuk menambah daya tarik terasi dapat ditambahkan pewarna secukupnya.
11. Pemeraman II
Adaonan atau brobon yang sudah diberi warna (setengah jadi terasi), kemudian disimpan dalam wadah plastik (seperti ember) atau kayu yang sebelimnya dilapisi plastik atau daun. Tutup wadah berisi adonan dengan kain saring atau daun yang diiris-iris. Pemeraman atau fermentasi terakhir ini berlangsung 7 hingga 10 hari sampai mengeluarkan aroma khas terasi yang tajam.
12. Pemotongan dan pengemasan
Terasi yang sudah jadi dipotong-potong lalu dikemas seperti dibungkus plastik atau daun pisang kering. Selesai pengemasan terasi siap dipasarkan.
Terasi yang biasa kita temukan atau dapatkan dipasar tradisional atau pasar swalayan, biasanya berbentuk lonjong, bulat, atau persegi dengan ketebalan tertentu dan padat. Dibungkus plastik atau daun pisang kering serta mengeluarkan aroma yang tajam khas terasi. Kini dapat kita dapati terasi berbentuk tepung atau terasi instan. Terasi bentuk tepung ini lebih praktis dan mudah pemakaiannya. Karena terasi tepung atau instan bisa langsung dipakai tanpa harus dibakar terlebih dahulu. Di samping itu, aroma terasi tepung tidak terlalu tajam tapi tidak mengurangi kelezatannya jika dicampurkan dalam olahan masakan atau panganan bercitarasa terasi.
Adapun cara pembuatan terasi tepung atau instan sangat mudah, yakni:
1. Terasi dapat diiris tipis dan simpan di atas loyang.
2. Loyang berisi irisan terasi di bakar atau masukkan kedalam oven atua pembakaran kue dengan suhu 400C-500C, hingga benar-benar kering. Masa pembakaran sekitar 10 menit atau sampai terasi benar-benar kering. Selain di bakar bisa juga kita jemur, namun untuk mendapatkan terasi yang benar-benar kering kita harus menjemur terasi berulang-ulang.
3. Terasi yang sudah kering ditumbuk lalu diayak untuk memperoleh tepung terasi yang halus. Terasi tepung dapat disimpan di toples atau botol.
Cara Membuat Terasi Secara Tradisional
Cara Membuat Terasi Secara Tradisional
Bahan baku: rebon atau ikan-ikan kecil.
Proses pembuatan terasi:
1. Pembersihan dan pencucian
Bahan baku seperti rebon atau ikan dibersihkan dari kotoran yang terdapat pada rebon atau ikan. Kepala ikan sebaiknya dibuang. Setelah dicuci bersih bahan baku tiriskan sampai kering. Sebaiknya bahan baku pembuatan terasi tidak dicampur atau satu jenis saja.
2. Pengukusan
Bahan baku yang sudah bersih dikukus sekitar 15 menit. Angkat dan tiriskan.
3. Penjemuran I
Bahan baku yang sudah dikukus, ditempatkan pada perangkat penjemuran yang dialasi plastik untuk memudahkan pengangkatan. Bahan baku dijemur setengah kering. Jangan terlalu kering agar mudah ditumbuk.
4. Penumbukan I
Setelah bahan baku di jemur setengah kering tambahkan garam sekitar 20 persen dari berat bahan baku, aduk agar garam merata kemudian ditumbuk.
5. Pemeraman atau fermentasi I
Bahan baku setelah ditumbuk bungkus dengan kain saring atau daun pisang yang diiris-iris, kemudian disimpan dalam wadah tertutup dan diamkan selama 24 jam. Hal itu dinamakan proses fermentasi atau pemeraman yakni proses perubahan kimia yang disebabkan oleh aktivitas mikroba tertentu. Fungsi pembungkusan bahan baku dengan kain saring atau daun pisang untuk melancarkan sirkulasi udara dengan baik. Dengan demikian mikroba fermentasi dapat hidup dan beraktivitas dengan baik.
6. Penjemuran II
Setelah proses fermentasi selama 24 jam, bahanbaku dijemur hingga kering.
7. Penumbukan II
Setelah bahan baku yang disebut brabon ditumbuk kembali hingga halus.
8. Pemeraman atau fermentasi II
Brabon setelah ditumbuk halus dibungkus kembali untuk melakukan proses fermentasi kedua selama 24 jam.
9. Penjemuran III
Setelah bahan baku melalui pemeraman kedua, kembali dijemur hingga benar-benar kering.
10. Penumbukan III
Brabon yang kering di tumbuk dan sesekali dibanting-banting untuk memadatkan adonan brabon menjadi setengah terasi.
11. Pemeraman III
Adonan yang sudah setengah terasi dibungkus kembali untuk fermentasi terakhir selama 4 hingga 7 hari, hingga mengeluarkan aroma khas terasi.
12. Dicetak/dipotong-potong dan pengemasan
Terasi yang sudah jadi dipotong-potong menurut selera untuk dikemas atau dibungkus dan siap dipasarkan.
Bahan baku: rebon atau ikan-ikan kecil.
Proses pembuatan terasi:
1. Pembersihan dan pencucian
Bahan baku seperti rebon atau ikan dibersihkan dari kotoran yang terdapat pada rebon atau ikan. Kepala ikan sebaiknya dibuang. Setelah dicuci bersih bahan baku tiriskan sampai kering. Sebaiknya bahan baku pembuatan terasi tidak dicampur atau satu jenis saja.
2. Pengukusan
Bahan baku yang sudah bersih dikukus sekitar 15 menit. Angkat dan tiriskan.
3. Penjemuran I
Bahan baku yang sudah dikukus, ditempatkan pada perangkat penjemuran yang dialasi plastik untuk memudahkan pengangkatan. Bahan baku dijemur setengah kering. Jangan terlalu kering agar mudah ditumbuk.
4. Penumbukan I
Setelah bahan baku di jemur setengah kering tambahkan garam sekitar 20 persen dari berat bahan baku, aduk agar garam merata kemudian ditumbuk.
5. Pemeraman atau fermentasi I
Bahan baku setelah ditumbuk bungkus dengan kain saring atau daun pisang yang diiris-iris, kemudian disimpan dalam wadah tertutup dan diamkan selama 24 jam. Hal itu dinamakan proses fermentasi atau pemeraman yakni proses perubahan kimia yang disebabkan oleh aktivitas mikroba tertentu. Fungsi pembungkusan bahan baku dengan kain saring atau daun pisang untuk melancarkan sirkulasi udara dengan baik. Dengan demikian mikroba fermentasi dapat hidup dan beraktivitas dengan baik.
6. Penjemuran II
Setelah proses fermentasi selama 24 jam, bahanbaku dijemur hingga kering.
7. Penumbukan II
Setelah bahan baku yang disebut brabon ditumbuk kembali hingga halus.
8. Pemeraman atau fermentasi II
Brabon setelah ditumbuk halus dibungkus kembali untuk melakukan proses fermentasi kedua selama 24 jam.
9. Penjemuran III
Setelah bahan baku melalui pemeraman kedua, kembali dijemur hingga benar-benar kering.
10. Penumbukan III
Brabon yang kering di tumbuk dan sesekali dibanting-banting untuk memadatkan adonan brabon menjadi setengah terasi.
11. Pemeraman III
Adonan yang sudah setengah terasi dibungkus kembali untuk fermentasi terakhir selama 4 hingga 7 hari, hingga mengeluarkan aroma khas terasi.
12. Dicetak/dipotong-potong dan pengemasan
Terasi yang sudah jadi dipotong-potong menurut selera untuk dikemas atau dibungkus dan siap dipasarkan.
Subscribe to:
Comments (Atom)