Cara Membuat Tempe
Untuk membuat tempe diperlukan berbagai alat dan bahan. Adapun alat dan bahan tersebut adalah sebagai berikut
a. alat membuat tempe
Pembuatan tempe biasanya dilakukan di industri kecil. Oleh karena itu, peralatan yang digunakanpun cukup sederhana. Alat -alat pembuatan tempe adalah sebagai berikut.
1. Meja
Pembuatan tempe diperlukan kebersihan. Jika tidak bersih, tempe tidak akan berhasil dibuat. Untuk itu, berbagai kegiatan dalam pembuatan tempe tidak dilakukan di atas lantai. Letakkan tempe di atas meja.
2. Tong/Bak Tempat Merendam Kedelai
Untuk memproduksi tempe dalam jumlah yang besar diperlukan tempat merendam yang cukup besar. Untuk itu, kita dapat menggunakan tong atau bak perendaman.
3. Keranjang Pencuci dari Bambu
Keranjang pencuci dari bambu digunakan untuk mencuci dan mengupas biji kedelai setengah masak. Keranjang digunakan agar air dapat turun dari lubang-lubangnya.
4. Kuali
Kulai berguna untuk merebus kedelai. Selain kuali, dapat digunakan pula drum yang telah dipotong. Penggunaan drum dilakukan agar perebusan lebih banyak dan biayanya lebih murah.
5. Alat Pengaduk dari Kayu
Alat pengaduk digunakan untuk mengaduk saat perebusan kacang kedelai. Dengan demikian, kedelai dapat matang dengan sempurna. Adapun panjang alat pengaduk disesuaikan dengan kedalaman wadah.
6. Kajang
Kajang adalah tempat meletakkan tempe. Kajang terbuat dari anyaman bambu berbentuk segi empat. Kajang diggunakan untuk menyimpan tempe yang telah jadi atau meniriskan kedelai setelah direbus.
7. rak
Rak digunakan untuk menyimpan tempe yang sedang diperam. Rak untuk membuat tempe biasanya terbuat dari bambu atau kayu. Bambu dipilih karena cukup kuat.
8. Timbangan
Timbangan digunakan untuk mengukur bobot kedelai yang digunakan untuk bahan pembuatan tempe. Dengan demikian, tempe yang akan dibuat sesuai dengan keinginan.
9. Tampah
Tampah adalah wadah yang terbuat dari anyaman bambu. Tampah berbentuk bundar ceper digunakan untuk mengayak kedelai guna membersihkannya dari batu dan pasir. Dengan demikian, pada saat pembuatan tempe batu tidak ikut ke dalamnya.. Selain itu tampah juga digunakan untuk meniriskan danmencampur kedelai dnegan jamur tempe.
10. Bak Cetakan
Bak cetakan digunakan untuk mencetak bahan tempe setelah dicampur jamur. Umumnya bak cetakan berbentuk segi empat. Dengan demikian, tempe dapat dipotong-potong sesuai ukuran.
11. Jam
Jam digunakan untuk mengukur waktu pembuatan tempe. Salah satunya adalah digunakan untuk mengukur lama perebusan kedelai. Ketepatan waktu dalam perebusan sangat mempengaruhi dalam pembuatan tempe.
12. Daun
Daun digunakan untuk membungkus tempe. Daun yang umum digunakan untuk membungkus tempe adalah daun pisang.Pembuatan tempe dengan dibungkus daun pisang akan dirasa lebih enak dari pada tempe yang dibungkus dengan plastik.
13. Pisau
Pisau digunakan untuk memotong tempe. Dalam pembuatannya, tempe dicetak menggunakan bak cetakan. Tentu saja bak cetakan tersebut berukuran cukup besar.
Untuk memasarkan tempe tentunya diperlukan ukuran-ukuran yang kecil Untuk itu, kita tinggal memotongnya saja.
14. Karung Goni
Karung goni dipakai untuk menyelimuti tempe selama pemeraman berlangsung. Dengan demikian, suhu di dalam ruangan pembuatan tempe tetap terjaga.
b. bahan pembuat Tempe
Bahan dasar pembuat tempe adalah kedelai. Untuk menghasilkan tempe yang berkualitas tentunya diperlukan kedelai yang berkualitas pula. Mengingat mahalnya harga kedelai, terkadang ada pembuat tempe yang “nakal”. Mereka terkadang mencampur kedelai dengan jagung. Sudah dapat dipastikan rasa tempe yang dihasilkan kurang enak.
TEKNIK PEMBUATAN TEMPE
Bahan baku utama membuat tempe adalah kacang kedelai jenis kuning. Daya tahan tempe minim sekali, yaitu paling lama hanya dua hari.
Karena bahan bakunya kacang kedelai, maka seperti halnya tahu, tempe mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi. Sekarang banyak digemari, baik oleh kalangan ekonomi lemah maupun ekonomi kuat. Bahkan di negara Belanda, Amerika, serta Jepang, sekarang tempe mulai dipopulerkan.
Tempe yang baik ialah yang tidak banyak campuran campurannya,misalnya ampas kedelai, onggok, dan sebagainya. Selain itu, tempe yang baik dibuat dari kacang kedelai yang tidak busuk dan tidak banyak batu-batu kecilnya, dan dipilih biji kedelai yang tua serta berkilat dan agak berminyak.
A. CaraMembuat
Untuk membuat tempe tidaklah sukar. JIka kita mengikuti langkah-langkah membuat tempe berikut ini, tentulah akan berhasil. Adapun tahap-tahap pembuatan tempe ialah sebagai berikut.
1. Pembersihan kedelai
Mula-mula kedelai dibersihkan dari kotoran. Kedelalai diayak untuk memisahkan kotoran berupa batu, pasir, atau mungkin ada bahan lain yang tercampur ke dalamnya seperti jagung, dan lain-lainnya. Tahap ini sangat penting karena akan menghasilkan tempe yang berkualitas. Sering terjadi dalam sebuah tempe terdapat batu ataupun jagung. Sangat tidak enak dan mengganggu selera.
2. Pencucian dan Perendaman
Setelah kedelai ditampah tahap selanjutnya adalah pencucian dan perendaman. Pencucian dan perendaman dilakukan dengan air bersih. Biji kedelai yang mengambang dibuang. Kemudian, kedelai direndam dalam air bersih semalam supaya mengembang.
3. Pelepasan Kulit dari biji
Setelah direndam beberapa lama, kedelai dicuci kembali. Tahap selanjutnya adalah pelepasan kulit. Kedelai yang telah direndam sedikit lembek sehingga kulit dapat dilepaskan. Cara melepaskan kulitnya adalah dengan dengan jalan diremas-remas.
4. Perebusan
Kemudian direbus selama kira-kira 1 jam. Ketika kedelai masih setengah matang, panci rebusan diangkat dan didinginkan.
5. Pembesihan kulit
Sebelum direbus biasanya kulit kedelai masih tersisa.Setelah direbus, kuli dibersihkan dengan cara diinjak-injak, sehingga kulit biji hilang sama sekali. Ketika menginjak-nginjak, kaki dibungkus terlebih dahulu dengan kantong plastik.
6. Perebusan Hingga Matang
Tahap selanjutnya kedelai dimasak lagi sampai benar-benar matang dan empuk.
7. Ditiriskan
Kedelai yang telah masak itu ditiriskan dan ditebarkan di atas tampah. Dibiarkan dingin sampai aimya menetes habis.
8. Pemberian benih jamur Tempe
Pekerjaan selanjutnya adalah pemberian benih jamur tempe. Benih jamur tempe dicampurkan kedelai dengan benih jamur tempe, dan diaduk sampai semua bibit ragi tersebut tercampur rata dengan kedelai.
9. Pembungkusan
Setelah kedelai diberi ragi, kemudian dibungkus dengan daun pisang bersih. Dapat juga dimasukan ke dalam kantong-kantong plastik.
10. Disimpan di kajang
Kemudian diatur peletakannya di atas kajang-kajang dari bambu. Kajang-kajang itu kemudian diletakan pada rak-rak yang telah tersedia.
11. Ditusuk dengan kawat
Setelah dipendam semalam, paginya kedelai beserta daun atau plastiknya ditusuk-tusuk dengan kawat agar udara segar dapat masuk ke dalam bahan tempe. Kemudian diperam lagi satu hari dua malam.
12. Tempe Siap Dikonsumsi
Kini, tempe segar telah siap untuk dikonsumsi dan dijual.
No comments:
Post a Comment